Kunjungan Rumah KAMMI Peduli Jakarta Selatan ke ACT

Share:

Rumah Peduli Kammi Jakarta Selatan atau yang biasa disingkat dengan RKP adalah LSO yang baru dibentuk oleh KAMMI Jaksel, yang akan ikut andil dalam penanggulangan bencana dan aksi kemanusian. Untuk melangkah lebih luas, RKP Jaksel mengadakan kunjungan ke ACT (Aksi Cepat Tanggap) yang bertempat di Menara 165, pada Selasa 13 November 2018.

Pertemuan dengan pihak ACT berlangsung sekitar 2 jam dengan dua pemateri. Materi pertama yang dibawakan oleh Pak Catur Widodo bersangkutan dengan fundrising atau penggalangan dana.

"RKP Jakarta Selatan sempat mengadakan agenda Bulan Oktober Peduli Palu dengan target Rp 30.000.000,-. Akan tetapi yang tercapai hingga saat ini sekitar 16.647.300,- yang disalurkan ke Palu langsung melalui relawan dari RKP Pusat. Maka dari itu, kami dari RKP Jaksel ingin mengetahui tips-tips dalam bidang fundrising dari ACT. Selain itu, kami juga ingin mengetahui tahapan penanggulangan bencana terutama di daerah Jakarta", ucap Hilal Ardiansyah selaku Pembina RKP Jaksel menyampaikan maksud kunjungan.

Di awal pembicaraan Pak Widodo mengingatkan RKP agar membuat visi yang jelas sebagai arah gerak dan fokus perjuangan. ACT sendiri bergerak di tiga sektor yang menjadi titik fokus kerja berupa volunteer (relawan), humanity (kemanusian), dan philanthropy (kedermawaan). Kemudian beliau memaparkan bagaimana Islam telah memberikan solusi untuk memajukan ekonomi umat melalui philanthropy islam seperti sedekah, infak, qurban dan wakaf. Tinggal bagaimana kita mengelolanya agar produktif. Beliau juga menjelaskan peluang donatur sebagai sumber dana, baik perorangan atau kemitraan.

"Bagaimana secara teknis untuk penanggulangan pra dan pasca bencana atau saat rescue dan recovery bencana ? Mohon penjelasannya", tanya Fahmi Amrillah sebagai Ketua RKP Jaksel pada sesi pertanyaan.

Lalu Pak Widodo menerangkan tentang fase-fase penganggulangan bencana, melalui 3 fase; mitigasi, emergency, dan recovery. Beliau juga mengajak kita untuk sama-sama menyadarkan masyakat bahwa berdonasi untuk bencana alam dan kemanusiaan tidak cukup sekali atau beberapa minggu pasca bencana saja, karena masa recovery dan recontruction yang lama maka dibutuhkan juga dana yang besar dan kontinu atau terus menerus.

Pemateri kedua bersama Pak Ubaidillah berkaitan dengan mitigasi atau pengurangan resiko atau dampak bencana. Misalnya, pendidikan bencana, menentukan wilayah yang berpotensi terkena bencana. Sehingga ketika bencana datang masyarakat sudah bisa menyelamatkan diri untuk mengurangi korban. Dan menurut beliau posisi yang cocok untuk mahasiswa adalah di fase mitigasi ini, karena tidak begitu sulit dan sesuai dengan kemampuannya.

Tentunya banyak sekali ilmu yang dapat dibawa pulang oleh RKP Jaksel sebagai gambaran pergerakan selanjutanya. Pihak ACT juga bersedia jika teman-teman RKP mengadakan kunjungan lagi atau bekerjasama dengan ACT. 
(Rep Atikah/Red Iffa)
Materi Pertama

Materi Kedua

Foto Bersama
Penyerahan Ucapan Terima Kasih Secara Simbolis oleh Ketua RKP Jaksel





Tidak ada komentar