![]() |
| Foto bersama Bang Akmal Junmiadi,SE (kacamata) usai agenda MK2 Ekonomi Klasikal |
JAKARTA, – Madrasah KAMMI atau biasa disebut MK 2 yang diselenggarakan Pengurus Daerah KAMMI Jakarta Selatan pada hari ahad (15/10) berjalan lancar. Tema MK2 kali ini sedikit berbeda dari MK2 biasanya yaitu bertajuk ekonomi. Bagaimanpun kader KAMMI juga harus mengetahui problematika maupun hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi, karena salah satu penopang peradaban dunia adalah ekonomi. Vanny Destrianto Putri sebagai Kabid Kaderisasi KAMMI Jaksel memberikan sambutan diawal acara.
Agenda ini di pandu dan difasilitatori oleh Alumnus Universitas Negri Jakarta bang Akmal. Beliau adalah salah satu kader KAMMI yang concern dalam bidang ekonomi. Peserta sangat antusias dalam mengikuti MK2 ini, karena fasilitator memang mengusai bidang ini. Begitu juga pemandu, karena beliau merasa kader KAMMI juga harus mengerti konsep tentang perekonomian.
Bang Akmal mengawali tema dengan menjelaskan materi-materi dasar ekonomi sebagaimana yang diajarkan di kampus-kampus. beliau juga menjelaskan asal mula alat tukar manusia pada zaman dahulu, dimana alat tukarnya adalah tambang yang berupa perunggu, emas, perak dll sampai pada masa kini berupa koin dan kertas. ditambah di era digital sekarang alat tukar bahakn bisa berupa digital. Beliau juga menyajikan bagaiaman perekonomian di zaman Rosulullah dan para sahabat serta para khilafah terdahulu.
“Memang bicara Ekonomi, tidak terlepas dari sejarah dan peradaban manusia. Sejak awal Islam sudah mempunyai system perekonomian yang stabil pada peradaban kota Madinah.” jelas Akmal.
Beberapa kader yang memang tidak berada dibidang ekonomi agak mengalami kesulitan di awal, karena mungkin ini hal yang sedikit baru bagi mereka.“Aku ga tahu soal ekonomi, aku ga suka IPS dari kecil.” Ujar salah satu peserta MK2. Namun hal ini bukan menjadi hambatan bagi mereka, bahkan mereka menganggap ini adalah sebuah tantangan bahwa kader KAMMI juga harus mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi.
Ketika berbicara ekonomi, maka tidak bisa dipungkiri perekonomian maju ditangan islam. Sudah tertulis dalam sejarah bahwa di fase madinah yaitu pada saat setelah hijrah hingga wafatnya Rosulullah perekonomian sangat maju, sampai-sampai Rosulullah berpesan kepada kaumnya bahwa beliau khawatir jika kaumnya terlalu kaya. Bagaimanapun kader KAMMI yang notabenenya pemuda harus bisa menjadi solusi peradaban dimana salah satunya dalah bidang ekonomi.
Malam semakin larut namun diskusi semakin asyik ketika dipantik oleh Kabid KP KAMMI Jaksel Hilkadona (ATK/IM)
Penulis : Atikah Kinasih | Editor : Imam Rama Hermawan

Tidak ada komentar