Ramadhan Yang Tak Dirindukan

Share:

image google
 Oleh : Thoyibul Ikhsan
(Bidang Pengembangan Komisariat)


Bagi Umat Muslim dunia, Ramadhan merupakan bulan istimewa yang kedatangannya selalu disambut dengan gagap-gempita. Bagaimana tidak, Allah Subhanhu Wata`ala melalui kalam dan lisan nabi-Nya telah menjanjikan bagi mereka ribuan bahkan jutaan keberkahan didalam bulan tersebut.
 
Namun sayangnya,  hal itu nampaknya tidak terjadi di sebagian orang, entah karena ketidak pahaman ataupun belum datangnya hidayah kepada mereka. Ramadhan yang agung terasa seperti bulan-bulan biasa bagi mereka, tak ada rasa rindu untuk bertemu, tak ada rasa bahagia untuk menyambut, hingga mereka biarkan Ramadhan lewat begitu saja.

Suatu ketika, Nabi tiba-tiba mengucapkan amin sebanyak tiga kali ketika hendak naik mimbar, para sahabat yang melihat pun bertanya: “Wahai Rasulullah! Mengapa engkau mengucapkan amin sebanyak tiga kali?”. Beliau menjawab: “Jibril telah mendatangiku, kemudian ia berkata: “CELAKALAH orang yang menjumpai Ramadhan lalu tidak diampuni””. Maka aku menjawab: “Amin”. Ketika aku menaiki tangga mimbar kedua maka ia berkata: “Celakalah orang yang disebutkan namamu di hadapannya lalu tidak mengucapkan salawat kepadamu”. Maka aku menjawab: “Amin”. Ketika aku menaiki anak tangga mimbar ketiga, ia berkata: “Celakalah orang yang kedua orang tuanya mencapai usia tua berada di sisinya, lalu mereka tidak memasukkannya ke dalam surga”. Maka aku jawab: “Amin” (Al Hadits).

Hakikatnya Ramadhan merupakan kesempatan emas bagi siapapun yang berharap ampunan, waktu yang sempurna untuk memohon keselamatan dari pedihnya siksa api neraka, bukan justru pembawa petakan akibat kelalaian kita. Di bulan ini Allah telah buka selebar-lebarnya pintu langit, menutup rampat pintu neraka, yang itu artinya Allah berikan seluas-luasnya kesempatan bagi hamba-hambanya untuk memperbaiki diri dan kembali bertaubat kepadanya.

Mari hiasi ramadhan kali ini dengan ketaatan; Sholat fardhu tepat watu, penuhi shaf-shaf masjid yang selama ini terlihat renggang, di tambah tilawah Al Quran tanpa rasa bosan. Shalat dhuha juga tidak terlupakan, qiyamul lail / sholat tarawih tanpa pilih-pilih imam ataupun masjid, dan amal-amal ketaatan lainnya, yang bila kita bisa kerjakan semua itu dengan niat ikhlas karena Allah, dan di iringi dengan menjauhi segala larangannya maka InsyaAllah kita akan dapankan gelar ketaqwaan.

Tidak ada komentar