![]() |
| image from google.com |
Belakangan ini saya mulai berfikir bahwa PANCASILA Hidup dan Hadir ketika aksi Super damai umat islam.
Alasannya
1. Menjunjung tinggi penghargaan terhadap ajaran Tuhan yang ada dalam kitabnya,sehingga tidak boleh dibiarkan ajaran agama ternista. Semua agama yg diakui di Indonesia tidak boleh dinistakan. Itu menunjukkan kita masih BERKETUHANAN YANG MAHA ESA.
2. Para peserta aksi menempatkan keadilan dalam porsi nya. Porsi massa aksi dan porsi pemerintah . Massa aksi adil terhadap pemerintah,karena komitmen utk aksi damai dan menjaga hak-hak pemerintah berhasil dilakukan. Massa Aksi telah menjaga Hak-hak pemerintah. Karena Massa aksi terus bersabar dan percaya kepada pemerintah. Dan semoga Pemerintah juga bisa bersikap adil dengan massa aksi. "Jangan ada dusta di antara kita". Ketika keadilan ini tercapai secara dua arah (Massa Aksi dan Pemerintah), maka kita akan menjadi bangsa yang memiliki adab.
Ini lah salah satu aktualisasi yg hidup di aksi 212 sebagai berKEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB.
3. Realitas umat Islam sebagai sebuah entitas yang dominan, tidak kemudian menafikkkan perbedaan. Tidak kemudian menjadi entitas yang menjajah entitas lain,mungkin kelompok minoritas. Dari dulu kita sudah terbiasa berbeda suku,bangsa,budaya,bahasa, bahkan agama. Tetapi kita tetap bisa berjalan bersama.
Umat Islam tetap memilih untuk menjaga kebhinekaan-nya bangsa Indonesia. Tidak ada sedikit pun niat memecah belah NKRI.
Apa indikator nya ?
Indikator nya adalah aksi 212 bener bener aksi SUPER DAMAI..
Umat Islam tidak ingin anarkis. Walaupun disakiti oleh oknum tertentu. Aksi terjaga secara damai adalah bukti otentik dan akurat bahwa Umat Islam masih ingin hidup dan terus berdampingan dengan Agama lain, KRISTEN ,HINDU,BUDHA DAN KONGHUCU. Langkah umat Islam ini adalah bentuk kecintaan nya terhadap NKRI. Sebab jikalau muncul semakin banyak oknum-oknum yg menjadi penista agama,mungkin selanjutnya akan muncul oknum penista agama kristen, penista agama hindu, dan lain lain. maka dapat dipastikan NKRI tidak akan menjadi harga mati,tapi MATI HARGA. Tentu kita tidak menginginkan hal itu terjadi. Kita tidak boleh membiarkan agama Kristen,budha,hindu dan Konghucu dinistakan ,begitu pula agama islam tidak boleh dinistakan. Tindakan umat Islam melakukan aksi secara langsung adalah sebagai upaya agar pelaku penista agama segera dihukum dengan adil. Agar tidak ada agama yang dinistakan kembali. Realitas ini menunjukkan umat Islam ingin menjaga tegaknya NKRI yang saya sebut sebagai BERPERSATUAN INDONESIA.
4. Semangat membangun dialog secara sehat yang bermuara pada aksi 212, sehingga puncaknya bapak Presiden Jokowi dan Bapak wakil Presiden Jusuf Kalla beserta jajarannya, berhasil dihadirkan di tengah-tengah massa aksi. Ini adalah loncatan yang baik dalam komunikasi antara rakyat dan pemimpin nya. Hal ini yang saya sebut berasal dari sifat bangsa kita yang BERKERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAH KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN.
5. Dalam konsepsi negara kekuasaan,terdapat hegemoni penguasa dengan kekuasaan yang tak terbatas, tetapi dalam konsepsi demokrasi, kekuasaan tak terbatas itu dirampas dan dilemahkan, sehingga kekuasaan penguasa terbatas, dibatasi dengan yang kita sebut sebagai konstitusi atau UUD NRI 1945. Smwa ide yg ada dalam UUD 1945 inilah yg kemudian mendorong prinsip dan etos keadilan bagi bangsa Indonesia. Mungkin kah tujuan tertinggi dari konstitusi kita akan terwujud? Keadilan sosial bagi seluruh indonesia.
Saya kira waktu yang akan menjawab.
Oleh : Hilkadona Syahendra
Kadep Kebijakan Publik

Tidak ada komentar