KAMMI Jakarta Selatan : Ada Unsur Fitnah Dalam Video Kampanye Ahok-Djarot

Share:

scene video kampanye Ahok-Djarot
Jakarta (12/4) - Pekan ini pasangan calon nomor urut 2 Pilkada DKI Jakarta kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya konten iklan yang digunakan paslon nomor urut 2 Ahok-Djarot ini terindikasi fitnah terhadap umat islam.

"Memang tidak ada redaksi dalam iklan video tersebut bahwa umat islam penyebab kerusuhan, tetapi pesan yang akan ditangkap oleh masyarakat luas adalah seolah-olah umat islam lah yang menjadi biang kerok dari kerusuhan",  ungkap Mas'ud Akhyari, Ketua Umum PD KAMMI Jakarta Selatan.

Lebih lanjut Mas'ud sangat menyayangkan langkah tersebut yang dapat menciderai demokrasi "kami rasa ini sangat tidak bijak, ini telah menciderai pendidikan politik masyarakat", pungkasnya.

Adapun mengenai materi kampanye yang diatur dalam pasal 18 Peraturan Komisi Pemilihan Umum nomor 7 tahun 2015 (PKPU No. 7/2015), senada dengan saudara Mas'ud, Ketua Departemen Kebijakan Publik PD KAMMI Jakarta Selatan, Hilkadona Syahendra, SH mengatakan bahwa seharusnya konten isu yang dibangun dalam video tersebut berisi Visi-misi paslon yg tidak bertentangan dengan pasal 18 PKPU Nomor 7 tahun 2015.

Hilka menegaskan bahwa jika merujuk pada pasal 18 poin (d) dan (e) tidak boleh materi kampanye berisi isu fitnah dan akhirnya menimbulkan komunikasi yg tidak sehat antara paslon dengan masyarakat.

"Harusnya tim Pak Ahok jeli melihat hukum dan realita yg ada di masyarakat. Umat islam tidak pernah menimbulkan kerusuhan sebagaimana ditunjukkan dalam video tersebut. Silahkan lihat aksi-aksi umat islam. Ada enggak yang bikin kerusuhan ? " Ungkap Hilka dengan nada kecewa.

Pesan yang diterima dari scene video tersebut jelas mencitrakan bahwa umat Islam adalah biang dari kerusuhan. Yang nyata-nyata bertentangan dengan kondisi sesungguhnya.

Mengingat pesta demokrasi yang kurang dari satu pekan lagi, KAMMI Jakarta Selatan juga menyerukan agar umat Islam tidak terprovokasi dengan iklan tersebut. Hal ini disampaikan Mas'ud dalam penutup keterangannya. (I/M)

Tidak ada komentar