Jakarta, HanTer-Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid,
menilai hidup menyendiri atau tidak mau berkomunikasi dengan orang lain
bisa menyebabkan seseorang menjadi teroris.
"Kalau di masjid mereka tidak mau berkomunikasi dengan jamaah, kiai, dan rekan-rekannya yang lain. Orang yang menjadi teroris karena mereka tidak pernah berhubungan dengan masyarakat," ujar Hidayat saat menerima delegasi Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jakarta Selatan (Jaksel), di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (28/1/2016), seperti keterangan tertulis MPR.
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga menyampaikan agar masyarakat jangan mudah terprovokasi dan terjebak menjadi teroris. Agama Islam, lanjut dia, tidak mengajarkan radikalisme dan terorisme.
"Islam bukan radikalisme dan terorisme. Islam mampu menjadi rahmat bagi semua, bermanfaat bagi bangsa dan negara," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, pada Ketua Umum KAMMI Jaksel, Abdullah Mas`ud Al Akhyari, dia juga menyampaikan penting bagi organisasi yang baru berdiri melakukan konsolidasi organisasi dengan senior yang pernah aktif sebelumnya.
Dia menegaskan, sebagai calon pemimpin, para mahasiswa yang tergabung dalam KAMMI juga harus belajar disiplin dan tepat waktu. "Disiplin penting agar sukses dan jangan bikin orang kecewa. Ini penting sebab nama organisasi itu menggunakan kata aksi. Tidak mungkin menggunakan kata aksi kalau malas-malasan," tukasnya.
KAMMI Jaksel merupakan cabang organisasi KAMMI yang baru terbentuk di akhir tahun 2015. Terbentuknya organisasi yang lahir di awal era reformasi itu merupakan kesepakatan Musda KAMMI Jakarta. Dalam Musda itu disepakati bahwa KAMMI dimekarkan. Pemekaran yang terjadi masih di kawasan Jaksel dan Jakarta Timur (Jaktim).
"Kalau di masjid mereka tidak mau berkomunikasi dengan jamaah, kiai, dan rekan-rekannya yang lain. Orang yang menjadi teroris karena mereka tidak pernah berhubungan dengan masyarakat," ujar Hidayat saat menerima delegasi Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jakarta Selatan (Jaksel), di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (28/1/2016), seperti keterangan tertulis MPR.
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga menyampaikan agar masyarakat jangan mudah terprovokasi dan terjebak menjadi teroris. Agama Islam, lanjut dia, tidak mengajarkan radikalisme dan terorisme.
"Islam bukan radikalisme dan terorisme. Islam mampu menjadi rahmat bagi semua, bermanfaat bagi bangsa dan negara," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, pada Ketua Umum KAMMI Jaksel, Abdullah Mas`ud Al Akhyari, dia juga menyampaikan penting bagi organisasi yang baru berdiri melakukan konsolidasi organisasi dengan senior yang pernah aktif sebelumnya.
Dia menegaskan, sebagai calon pemimpin, para mahasiswa yang tergabung dalam KAMMI juga harus belajar disiplin dan tepat waktu. "Disiplin penting agar sukses dan jangan bikin orang kecewa. Ini penting sebab nama organisasi itu menggunakan kata aksi. Tidak mungkin menggunakan kata aksi kalau malas-malasan," tukasnya.
KAMMI Jaksel merupakan cabang organisasi KAMMI yang baru terbentuk di akhir tahun 2015. Terbentuknya organisasi yang lahir di awal era reformasi itu merupakan kesepakatan Musda KAMMI Jakarta. Dalam Musda itu disepakati bahwa KAMMI dimekarkan. Pemekaran yang terjadi masih di kawasan Jaksel dan Jakarta Timur (Jaktim).
(adt)

Tidak ada komentar