KAMMI Jaksel Silaturahim dengan Wakil MPR RI

Share:
picture


Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menerima kunjungan Delegasi Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jakarta Selatan di Gedung Nusantara 3 MPR-RI, Jakarta.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum KAMMI Jakarta Selatan Abdullah Mas'ud Al Akhyari menyampaikan kepada Hidayat bahwa KAMMI Jakarta Selatan merupakan cabang organisasi KAMMI yang baru terbentuk pada akhir 2015.

Terbentuknya organisasi yang lahir pada awal reformasi itu merupakan kesepakatan Musda KAMMI Jakarta. Dalam musda disepakati bahwa KAMMI dimekarkan. Pemekaran yang terjadi masih di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

"KAMMI telah melakukan komunikasi atau pertemuan dengan pemerintahan Kota Jakarta Selatan, Kodim, dan Polsek," ujar Abdullah Mas'ud Al Akhyari kepada Hidayat di Gedung Nusantara 3, MPR-RI, Jakarta, Kamis (28/1/2016).

Sebagai organisasi cabang yang baru, Abdullah mengakui diri dan pengurus lainnya masih minim pengalaman. Untuk itu, dia datang menemui Hidayat Nur Wahid untuk meminta nasihat.

Menanggapi hal ini, Hidayat menyampaikan kepada KAMMI Jakarta Selatan untuk melakukan konsolidasi organisasi. Hal ini perlu agar mereka melakukan konsolidasi dengan para senior yang pernah aktif di KAMMI.

Dengan konsolidasi, maka mereka akan tahu apa kendala yang biasa dihadapi dan apa program yang bagus untuk dikembangkan dan diteruskan.

"Lakukan konsolidasi internal," ucap Hidayat, menyarankan.

Dirinya juga mengingatkan kepada mahasiswa yang tergabung dalam KAMMI agar bisa belajar disiplin dan menghargai waktu. Para mahasiswa agar tidak membiasakan diri bermalas-malasan demi menjaga nama baik organisasi.

"Disiplin penting agar sukses, dan jangan bikin orang kecewa. Ini penting. Sebab nama organisasi itu menggunakan kata aksi. Tidak mungkin menggunakan kata aksi kalau malas-malasan," jelas Hidayat.

Hidayat tak lupa berpesan agar KAMMI tidak terjebak provokasi. Komunikasi yang lancar perlu dibina untuk menghindari kemungkinan terperangkap paham radikal dan terorisme.

"Orang yang menjadi teroris itu karena mereka tidak pernah berhubungan dengan masyarakat. Islam mampu menjadi rahmat bagi semua, bermanfaat bagi bangsa dan negara," kata Hidayat.

Tidak ada komentar